Minggu, 29 Desember 2013

Video Game, Baik atau Buruk?

Don’t judge a book from its cover!
Saya sangat setuju dengan kutipan nasihat tersebut. Karena menurut saya, tak selamanya yang dianggap negatif oleh banyak orang itu buruk. Mungkin saja hal itulah yang malah membuat kita semakin berkembang dan bisa mengekspresikan diri dengan cara kita sendiri.
Video game, baik itu Playstation, Nintendo, Game Cube, Game Boy, dan masih banyak lagi, sering kali dicap sebagai penyebab kemalasan pada anak. Banyak orang tua yang mengeluh tentang berkurangnya semangat belajar anak karena lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain video game. Kalau boleh jujur, saya juga adalah penggemar video game. Saya juga pernah dimarahi orang tua karena terlalu sering bermain video game daripada belajar saat ujian sudah dekat. Namun yang masih menggelitik pemahaman saya adalah, apakah benar sebegitu buruknya kah dampak video game bagi anak?
Bagi saya tidak. Tidak terlalu tepat.
Apakah Anda kemudian mengira saya mendukung video game dimainkan oleh anak? Itu terserah Anda. Yang ingin saya kedepankan dalam tulisan ini adalah salah satu atau beberapa manfaat video game bagi saya (karena tidak ingin mengundang kontroversi, jadi saya sengaja mengambil saya sendiri sebagai objek contohnya).
Saya adalah mahasiswa tingkat 3, yang sudah mengenal Playstation atau yang sering disingkat PS sejak duduk di sekolah dasar. Banyak jenis game yang saya mainkan. Mulai dari game sport, adventure, RPG, Fighting, dan lainnya. Namun yang sampai saat ini masih memikat hati saya adalah game RPG berjudul Harvest Moon. Game itu bercerita tentang kehidupan petani di sebuah desa, beserta segala kisah-kisah yang biasa dialami oleh seorang petani. Saya jatuh cinta pada kedamaian yang disuguhkan dalam game ini. Pemandangan alamnya yang memukau, sampai karakter-karakter dalam game yang membuat saya semakin tak ingin lepas dari game ini. Namun selain menawarkan kedamaian, apalagi manfaat yang saya petik?
Saya bisa mengerti bahasa Inggris.
Lucu bukan? Tentu iya bagi yang mengalaminya juga. Game RPG ini memakai bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya. Bahasa yang digunakan juga bahasa sehari-hari, sehingga membuat kita para pemainnya mau tidak mau memahami bahasa itu kalau ingin terus bermain dan menyelami game-nya. Berbagai macam kosa kata hadir di game itu, membuat kita para pemainnya secara tak langsung mempelajari dan menghafal semuanya.
Lalu, hanya itu manfaatnya?
Tidak. Tentu saja tidak. Namun pada tulisan kali ini, saya hanya ingin menceritakan manfaat video game khususnya Harvest Moon dapat saya terima. Ya, salah satu manfaat yang paling saya rasakan adalah pemahaman bahasa Inggris ini. Seperti pepatah mengatakan, “Banyak jalan menuju Roma.” Saya pun mengambil kesimpulan, banyak cara untuk mempelajari bahasa Inggris. Tak hanya harus mengikuti les atau kursus, dengan video game pun kita bisa belajar. Intinya. Kita BISA belajar darimana saja!
Terima kasih dan selamat membaca J

Mahasiswa Manajemen dan Matematika

MAHASISWA MANAJEMEN DAN MATEMATIKA EKONOMI
Kita kan mahasiswa fakultas ekonomi, kenapa harus belajar matematika lagi sih, Kak?
Pertanyaan itu yang masih saya ingat jelas ketika menjadi Tutor di salah satu Laboratorium Fakultas Ekonomi di kampus UG. Kebetulan mata kuliah yang sedang saya tutor-kan adalah Matematika Ekonomi. Bagi sebagian mahasiswa, pelajaran itu sangatlaaaah menarik, namun berbeda juga dengan sebagian yang lain, mungkin juga bagi praktikan (sebutan untuk mahasiswa yang praktikum di suatu lab) yang bertanya tersebut.
Sebenarnya pertanyaan itu juga pernah melintas di pikiran saya ketika masih duduk di tingkat 1. Matematika Ekonomi, untuk apa? Namun setelah saya berkecimpung lebih dalam lagi di mata kuliah tersebut, saya jadi paham apa tujuan pemberian mata kuliah itu.
Matematika Ekonomi, adalah suatu ilmu matematika terapan yang biasa digunakan dalam dunia perekonomian. Di dalamnya kita membahas tentang keseimbangan pasar, elastisitas harga, pendapatan nasional, dan masih banyak lagi yang lainnya. Berbagai rumus mulai dari yang sederhana sampai yang rumit sekalipun ada di dalam mata kuliah itu. Banyak mahasiswa yang sudah duluan ilfeel, atau sudah memandang sebelah mata sedari awal. Merasa tidak guna mempelajarinya, mengingat tujuan sebagian mahasiswa masuk ke fakultas ekonomi khususnya jurusan manajemen adalah untuk menghindari yang namanya matematika, tetapi mereka malah dibuat pusing oleh mata kuliah yang satu ini.
Saya, khususnya, adalah mahasiswa jurusan manajemen. Seperti yang sudah saya tuliskan tadi, setelah saya berkecimpung di dunia matematika ekonomi, saya menjadi paham apa tujuan sebenarnya dari diberikannya materi ini di perkuliahan. Tujuannya adalah, agar kita, mahasiswa manajemen yang calon manajer—aamiin—dapat dimudahkan dalam proses pengambilan keputusan. Sebagai manajer yang baik, tentunya kita harus bisa memilih keputusan yang terbaik, dan tentunya harus yang seoptimal mungkin. Naah, dengan matematika ekonomi ini, misalnya saja kita ingin mengetahui elastisitas suatu barang di pasar, kita bisa menghitungnya dengan rumus elastisitas, agar nantinya kita bisa memutuskan berbagai kebijakan berhubungan dengan masalah elastisitas barang tersebut. Begitu juga ketika kita, para manajer, ingin menghitung pertumbuhan penjualan yang terjadi tiap bulannya. Itu hanya sebagian contoh dari manfaat mempelajari matematika ekonomi, karena kalau boleh jujur, semakin saya mempelajarinya, semakin saya jatuh cinta pada ilmu tersebut J.
Mungkin bagi siapapun yang memiliki pertanyaan dalam hatinya seperti tadi, dengan membaca tulisan ini ia bisa menarik pemahaman mengenai jawabannya. Atas segala kekurangan yang ada dalam tulisan ini, saya lantunkan maaf. Terima kasih dan selamat membaca :)

Rabu, 04 Desember 2013

Tugas Softskill Perilaku Konsumen - Sumber Daya Konsumen dan Pengetahuan

Dalam pembahasan kali ini, saya akan mencoba untuk membagi informasi mengenai Sumber Daya Konsumen dan Pengetahuan, yang akan lebih sistematis jika dirinci menjadi beberapa bagian, antara lain:

1. Apa itu sumberdaya ekonomi?
2. Apa itu sumberdaya sementara?
3. Apa itu sumberdaya kognitif?
4. Kandungan pengetahuan
5. Organisasi pengetahuan
6. Mengukur pengetahuan

SUMBERDAYA KONSUMEN (SUMBERDAYA EKONOMI, SUMBERDAYA SEMENTARA, DAN SUMBERDAYA KOGNITIF)

Apa itu sumberdaya konsumen?
Sumber daya konsumen merupakan segala sumberdaya yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian barang ataupun jasa. Sumberdaya apa saja yang termasuk dalam sumberdaya konsumen? yaitu tiga poin pertama yang berada di rumusan pembahasan kita tadi, yaitu sumberdaya ekonomi, sumberdaya sementara, dan sumberdaya kognitif. Mari kita bahas dari yang pertama disebut terlebih dahulu:

1. Sumberdaya Ekonomi
Sumberdaya ekonomi, atau biasa disebut juga sebagai potensi ekonomi, merupakan segala sumberdaya yang dimiliki, baik itu sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia yang manfaatnya dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan ekonomi.

2. Sumberdaya Sementara
Hal ini berhubungan dengan minimnya waktu yang dimiliki konsumen, karena waktu merupakan variabel yang sangat penting dalam menganalisis dan memahami perilaku konsumen. Namun walau demikian, adakalanya suatu bagian waktu dihabiskan untuk kegiatan yang bersifat sangat pribadi. Produk yang diklasifikasikan menurut sifat waktu konsumen disebut time goods.
- Barang yang memerlukan waktu: dalam waktu senggang, biasanya dihabiskan untuk melakukan atau menggunakan barang seperti tidur, menonton televisi, bersepeda, dll.
- Barang penghemat waktu: untuk dapat mengakselerasi waktu menjadi lebih hemat, kita bisa menggunakan barang untuk merealisasikannya, contohnya menggunakan ricecooker untuk memasak nasi dengan lebih cepat, memakai slicer untuk mendapatkan potongan bahan makanan yang cepat dan rapi, dan masih banyak lagi.

3. Sumberdaya Kognitif
 Sumberdaya kognitif merepresentasikan kapasitas mental yang tersedia, yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan pengolahan informasi. Alokasi kapasitas kognitif dikenal sebagai perhatian. Perhatian dibagi dalam dua dimensi:
- Arahan atau direction, menggambarkan fokus perhatian.
- Intensitas, mengacu pada jumlah kapasitas yang difokuskan pada suatu arahan tertentu. Karena kapasitas itu terbatas, maka diperlukan proses seleksi untuk menentukan seberapa banyak perhatian yang harus diberikan, dan berapa banyak perhatian harus dialokasi selama pengolahan informasi.

KANDUNGAN PENGETAHUAN

Pengetahuan konsumen meliputi semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai suatu produk barang atau jasa, meliputi apa saja kegunaannya bagi sang konsumen. Pengetahuan  konsumen terbagi dalam tiga bentuk, yaitu:

1. Pengetahuan Pembelian
 Pengetahuan pembelian terdiri dari pengetahuan mengenai berbagai informasi mengenaik toko, lokasi produk dalam toko, dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Pengetahuan konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui di mana letak produk di dalam toko tersebut, sehingga akan memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian. Penghematan waktu juga dapat dilakukan karna konsumen sudah tahu penempatan produk tersebut.

2. Pengetahuan Pemakaian
Suatu produk dapat dikatakan bermanfaat jika produk tersebut sudah digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Agar dapat menikmati manfaat secara optimal, maka terlebih dahulu konsumen harus mengetahui cara penggunaan produk tersebut. Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen dapat mengetahui cara pemakaian suatu produk yang benar, karena hal itu sangat penting bagi konsumen.

3. Pengetahuan Produk
Pengetahuan produk di sini meliputi pengetahuan konsumen mengenai merk, spesifikasi produk, harga, kepercayaan konsumen lain pada produk ini, dan lainnya.

ORGANISASI PENGETAHUAN

Organisasi pengetahuan merupakan sesuatu untuk mengatur atau struktur organisasi untuk mengelompokkan sesuatu, organisasi ini dibuat untuk memudahkan penggunaan dokumen atau pengetahuan itu sendiri atau juga bisa mendeskripsikan dokumen, isi, fitur, tujuan, serta membuat dokumen-dokumen dan bagian yang dapat doakses oleh orang-orang dalam mencari pesan yang isinya meliputi berbagai pengetahuan. Sederhananya, organisasi pengetahuan itu adalah kegiatan mengelompokkan atau pengklasifikasian pengetahuan dalam bentuk arsip, indeks, database, dan lain sebagainya yang berguna memudahkan pengguna dalam menemukan informasi, kegiatan ini biasanya dilakukan oleh pustakawan juga algoritma komputer.

MENGUKUR PENGETAHUAN

Pengukuran pengetahuan objektif adalah pengukuran yang menggunakan apa saja yang benar-benar disimpan konsumen dalam ingatannya. Pengukuran pengetahuan objektif ini berfokus pada potongan informasi khusus yang mungkin diketahui konsumen. Sedangkan pilihan akhir untuk mengukur pengetahuan adalah dengan menggunakan ukuran pengetahuan subjektif. Pengukuran ini digunakan untuk mengetahui persepsi konsumen mengenai banyaknya pengetahuan yang mereka miliki. Pada dasarnya konsumen diminta untuk menilai diri mereka sendiri berdasarkan dengan pengetahuan produk atau keakraban mereka. Ukuran pengetahuan subjektif berpusat pada kesan konsumen mengenai pengetahuan total dan keakraban mereka.

Minggu, 10 November 2013

TIPS MENJADI TUTOR YANG BAIK

Bagi mahasiswa Universitas Gunadarma, mungkin sudah tidak asing lagi dengan sebutan “aslab” atau asisten laboratorium, karena sejak semester 1 sampai akhir tidak pernah lepas dari hal yang bernama “Praktikum”. Di setiap kegiatan praktikum, tentunya ada tutor yang bertugas membantu praktikan untuk memahami materi praktikum tersebut. Namun tidak semua tutor berhasil menyampaikan materinya dengan baik. Berikut adalah tips berdasarkan pengalaman dari senior-senior di Lab yang mudah-mudahan dapat digunakan sebagai pelajaran :
·         Menguasai materi praktikum.
·         Harus memiliki suara yang lantang dan jelas agar praktikan bisa mendengarkan penjelasan tutor.
·         Harus memiliki cara berbicara yang dapat mengambil perhatian praktikan, misalnya dengan dibantu oleh gerak tubuh agar lebih menarik perhatian. Dalam artian yang berbicara tak hanya mulut, melainkan anggota tubuh lainnya.
·         Menganggap praktikan sebagai teman agar tidak tegang pada saat tutorial.
·         Selalu bersikap tenang, tidak mudah terpancing emosi apabila ruangan lab menjadi berisik karena praktikan yang mengobrol, dan berusaha sebisa mungkin mengambil perhatian mereka kembali.
·         Jangan pernah sekalipun menunjukkan kelemahan kita dengan memasang wajah kebingungan ketika mendapat pertanyaan dari praktikan.
·         Harus selalu bersikap sopan dan berwibawa.
·         Tidak mudah terpancing untuk menunjukkan kelemahan di depan praktikan.
·         Harus sabar.
·         Harus selalu berkepala dingin.

Mungkin itu saja tips-tips yang bisa saya share pada tulisan kali ini. Untuk tambahan tips lainnya mungkin bisa Anda kondisikan sesuai dengan kenyataan di lab Anda. Untuk segala kekurangan yang ada, saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Semoga bermanfaat J  

Pahlawanku, siapakah itu?

 Jika sudah memasuki bulan november seperti ini, momen terdekat yang biasanya terpatri dalam pikiran kita adalah hari pahlawan di tanggal sepuluh november. Di televisi juga pastinya berbagai program yang berhubungan dengan kepahlawanan akan ramai untuk disuguhkan untuk merayakan hari spesial itu. Namun apabila kita tilik kembali, sebenarnya apa itu arti hari pahlawan? Silakan Anda jawab sendiri J
Pahlawan. Jika kita mendengar kata itu, mungkin yang pertama kali muncul dalam pikiran kita adalah para pejuang kemerdekaan yang telah gugur demi merebut kebebasan bangsa dari penjajah. Dengan gagah berani menumpahkan keringat dan darahnya, tanpa kenal menyerah. Meninggalkan ego yang selalu menjerit untuk berlari mundur saja menjauhi barisan, dan menyelamatkan diri sendiri agar bisa aman dan bertahan hidup. Sungguh mengaharukan semangat yang berada pada diri pahlawan-pahlawan kemerdekaan kita dahulu.
Namun, apakah yang dimaksud pahlawan hanya itu? Bagaimana menurut Anda? Menurut saya tidak. Bukan hanya itu arti pahlawan bagi diri saya.
Menurut saya, pahlawan merupakan orang-orang yang pernah berjasa kepada kita. Baik jasa yang besar, atau hanya jasa yang sangat kecil sekalipun. Menurut saya, tiap petugas kebersihan itu adalah pahlawan, karena jika tak ada mereka, maka siapa lagi yang dengan penuh kesadaran mau untuk menjaga kebersihan? Begitu juga dengan semua orang yang memiliki pengalaman pernah membantu orang lain. Namun, pahlawan sejati yang kemungkinan sering kita lupakan jasanya adalah orang tua. Sejak mulai kita masih di kandungan, mereka sudah dengan begitu sayangnya menjaga dan mempersiapkan segalanya demi kelancaran persalinan. Ketika kita sudah lahir, kasih sayang mereka semakin bertambah. Siang malam menjaga kita agar tidak sakit, mencukupi kebutuhan kita, mendidik kita, dan rela berkorban demi kebahagiaan kita. Jika ingin membahas jasa orang tua, tentunya tidak akan pernah bisa dihitung, walau dengan menggunakan rumus matematika yang paling rumit sekali pun. Jasa orang tua adalah sepanjang masa. Orang tua, adalah PAHLAWANKU.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang ingin menemukan siapakah pahlawannya sebenarnya J

PEMBELIAN

A. Proses Keputusan Pembelian
Seorang konsumen, pasti memiliki hal-hal yang mempengaruhinya dalam keputusan pembelian. Misalnya oleh ciri-ciri kepribadiannya, pekerjaan, kondisi ekonomi, bahkan termasuk usianya. Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian.
Menurut Kotler (1997), ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, antara lain :
·         Pengenalan masalah
Pengenalan masalah merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengidentifikasi suatu masalah atau kebutuhannya yang perlu dibeli. Jadi maksudnya, sebelum kita memutuskan untuk membeli suatu produk, pertama-pertama kita harus mengetahui dulu kebutuhan kita. Jika kita lapar, maka yang seharusnya kita beli adalah makanan, begitu juga apabila kita ingin sekolah, maka yang dibutuhkan adalah seragam, tas, sepatu dll, itu contoh sederhananya.
·         Pencarian informasi
Seseorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan objek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
·         Evaluasi alternatif
Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadao produk yang akan dibelinya.
·         Keputusan pembeli
Setelah konsumen memiliki evaluasi alternatif, maka ia akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merk diantara beberapa merk yang tersedia.
·         Evaluasi setelah pembelian
Proses evaluasi yang dilakukan oleh konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut pun konsumen akan mengevaluasi apakah produk tersebut sudah sesuai harapannya atau belum. Apabila sudah memuaskan, maka permintaan akan produk tersebut akan ditingkatkan, sebaliknya jika tidak sesuai harapan, maka lebih baik mencari produk lain yang lebih baik.
B. Memilih Alternatif Terbaik
Pada saat proses pengambilan keputusan, pastinya konsumen memiliki alternatif-alternatif yang digunakan sebagai pertimbangan. Dari alternatif-alternatif tersebutlah kita bisa memilih mana yang terbaik. Pemilihan itu bisa berdasarkan pada kriteria tertentu, juga melalui kompromi atau dengan tekanan. Alternatif di sini menurut saya, adalah yang paling optimal, baik kegunaan maupun harga yang ditawarkan dalam produk alternatif tersebut.
C. Memilih Sumber-Sumber Pembelian

Dalam pemilihan sumber-sumber pembelian dapat bersifat aktif atau pasif, juga internal atau eksternal. Pemilihan sumber yang bersifat aktif dapat berupa survei atau kunjungan langsung ke beberapa toko untuk membuat berbagai perbandingan seperti harga dan kualitas produknya. Sedangkan pencarian informasi pasif hanya dengan membaca media cetak seperti koran, majalah dan tabloid, atau pun bisa juga dari media elektronik yang memiliki fungsi serupa media cetak. Pencarian informasi pasif tersebut biasanya tanpa mempunyai tujuan khusus mengenai gambaran produk yang diincar. Pencarian informasi internal tentang sumber-sumber pembelian dapat berasal dari orang-peronganan, sedangkan informasi eksternal berasal dari media massa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan.

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN

Sebagai konsumen yang cerdas, hal yang pastinya dilakukan sebelum melakukan pembelian tentunya adalah memikirkan berbagai pilihan lain yang tersedia. Konsumen harus mengevaluasi alternatif sebelum melakukan pembelian. Dengan pertimbangan ini berarti mereka sedang meneliti atribut-atribut yang terdapat pada suatu produk, dan menilai atribut mana yang lebih penting untuk digunakan sebagai dasar keputusan memilih produk. Kriteria evaluasi berisikan hal-hal tertentu yang digunakan dalam alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif ini dapat berupa dalam berbagai bentuk, misalnya dalam pembelian tas, seorang konsumen kemungkinan akan mempertimbangkan kualitas bahan, harga, merk, perancang, desain, negara asal dan juga hal yang bersifat hedonik seperti gengsi, kesenangan dan lain-lain. Beberapa kriteria evaluasi yang umum adalah :
1.      Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif sebelum pembelian. Konsumen biasanya akan memilih barang dengan harga yang murah untuk suatu produk yang ia ketahui spesifik atau detailnya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk, maka harga merupakan indikator kualitasnya. Oleh karena itu, dalam menentukan harga hendaknya disesuaikan kembali dengan kualitas dari produk tersebut.
2.      Merk
Jika kita perhatikan kembali kebiasaan diri kita sendiri pada saat ingin memilih barang, mungkin kita pernah membeli barang hanya karena melihat merknya saja. Seperti misalnya, kita ingin membeli minuman air mineral, merk yang sudah kita percayai misalnya merk “AQ” karena sudah terbukti kualitas dan kebersihannya, maka bisa dibilang merk merupakan pengganti dari mutu produk. Ketika konsumen sulit untuk menilai kriteria produk, kepercayaan pada merk lama yang sudah memiliki kesan atau reputasi baik bisa digunakan untuk mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
3.      Negara asal
Negara asal barang diproduksi merupakan pertimbangan penting yang biasanya berada di pikiran para konsumen. Negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Misalnya, konsumen sudah tidak ragu lagi dengan mobil buatan Amerika, sementara itu nampaknya produk elektronik buatan Jepang memiliki kualitas yang lebih unggul daripada buatan negara lain.
Itulah sebagian dari kriteria-kriteria umum yang bisa dijadikan bahan evaluasi sebelum melakukan pembelian. Jadi intinya, konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.