Selasa, 08 Januari 2013

Menulis vs Membaca, atau Menulis feat. Membaca?

Lebih suka mana, menulis atau membaca?

Jika ditanya seperti itu, mungkin saya akan menjawab keduanya. Namun bagaimana apabila sang penanya hanya menginginkan satu jawaban pasti?

Menulis, berarti menciptakan karya sastra. Membaca, berarti melestarikan karya sastra. Sesuatu tak akan bisa dilestarikan apabila tanpa adanya penciptaan terlebih dahulu, namun apakah suatu ciptaan itu bisa bertahan apabila tanpa adanya pelestarian? nah.. bingung, kan? hehehehe

Menulis dan membaca, bagaikan raga dengan nyawanya, hanya akan bisa berjalan baik apabila keduanya terpenuhi. Bagaikan paru-paru dengan udaranya, hanya akan bisa bernapas apabila keduanya saling berpaut tangan memanjangkan kehidupan. Menulis tanpa membaca, sama saja sedang berjalan pada kehampaan, yang isinya hanya kegelapan.

Jadi intinya, saya tidak akan bisa memilih mana yang lebih baik dan saya suka, karena keduanya merupakan elemen-elemen yang membuat saya bisa sampai sejauh ini. Mungkin bagi sebagian orang ada yang dapat dengan mantap memilih salah satunya, namun hal itu tergantung pada orang itu sendiri.

"Pena adalah rangka dunia. Mata adalah jendela dunia."

 

2 komentar:

  1. Alinea kedua rasanya seperti sedang ada materi MSDA yah manda :D

    Keep writing ^^
    Jejak manusia ketika meninggal adalah tulisannya.
    Fighting!!!

    BalasHapus
  2. hee MSDA.. Optimal dan Lestari ._. ahahahahha maklumlaah agak terpengaruh gara-gara nilai UTS pas-pasan :'( *curhat online*

    naah, keep writing! kita adalah tentara bersenjatakan pena B-) ahahahahha

    BalasHapus