Jumat, 11 November 2011

TERLAMBAT

Dia tidak mengerti aku seperti apa..
Tidak tahu bagaimana pecahnya ragaku
Menaiki gunung.. melewati lautan bata..
sampai aku berketuk mencoba menghancurkan kaca..
Di tengah perantauan, aku terus menjerit dalam hati
Jangan datang!! jangan datang angka tujuh!!
Namun sengauanku sia-sia.. angka tujuh datang jua..
Cacing hati berkerut mengundang susup cemas
sepenggal sebelum sampai di penantian..
bersama-sama dengan teman sepenanggunganku
kuliHat bayangnya lewat dengan berkendara kereta kuda..
walau hanya punggungnya yang terlihat, aku senang..
Tak lama kebahagiaanku berkibar..
malah dileburkan oleh mata pedangnya yang menghunus..
menyincang batinku.. melemah asaku..
walau air ini mendesak untuk mengalir..
ku terus membendung dengan ketegapan hati..
(dibuat 8 mei 2009, ketika aku datang terlambat ke sekolah dan sukses mendapatkan omelan dari guru -__-)

Amanda Dwi Praharani
10211657/1EA02

Tidak ada komentar:

Posting Komentar