Minggu, 29 Desember 2013

TUGAS SOFTSKILL PERILAKU KONSUMEN – KEPRIBADIAN, NILAI, DAN GAYA HIDUP



TUGAS SOFTSKILL PERILAKU KONSUMEN – KEPRIBADIAN, NILAI, DAN GAYA HIDUP
A. KEPRIBADIAN
Kepribadian merupakan watak seseorang/individu yang mendasari perilakunya sehari-harinya. Kepribadian sendiri meliputi kebiasaan, sikap, dan sifat lain yang khas dimiliki oleh seseorang. Akan tetapi kepribadian hanya dapat berkembang jika adanya hubungan dengan orang lain. Dasar pokok dari perilaku seseorang adalah faktor biologis dan psikologisnya. Kepribadian sendiri memiliki banyak segi, dan salah satunya adalah self atau diri pribadi atau citra pribadi. Mungkin saja konsep diri aktual individu tersebut (bagaimana dia memandang dirinya) berbeda dengan konsep diri idealnya (bagaimana ia ingin memandang dirinya) dan konsep diri orang lain (bagaimana dia menganggap orang lain memandang dirinya). Keputusan membeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
DEFINIS KEPRIBADIAN MENURUT PARA AHLI
·         Yinger
Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
·         M.A.W. Bouwer
Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang.
·         Cuber
Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
·         Theodore R. Newcombe
Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
·         Gordon W. Allport
Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPRIBADIAN
·         Faktor keturunan (seperti: tinggi badan, fisik, bentuk wajah, temperamen, dan lain-lain).
·          Lingkung (seperti: budaya yang membentuk norma, sikap dan nilai yang diwariskan dari generasi satu ke generasi selanjutnya.
B. NILAI
Apa sih yang dimaksud nilai itu? Maksudnya nilai seratus di ujian tengah semester?
Nilai merupakan sesuatu yang memiliki harga, mutu, kualitas, dan manfaat/guna tertentu bagi manusia. Sesuatu yang bernilai, berarti sesuatu itu berharga dan berguna bagi kehidupan manusia. Nilai atau biasa disebut value, adalah suatu kata sifat yang selalu terkait dengan benda, barang, orang, atau hal-hal tertentu yang menyertai kata tersebut, karena hanya bisa dipahami jika dikaitkan dengan hal-hal yang telah disebutkan tadi. Pengaitan nilai dengan hal-hal tertetu itulah yang menjadikan benda atau hal-hal tertentu lainnya dianggap memiliki makna. Seperti contohnya wajan/penggorengan, benda itu akan dianggap bernilai bagi ibu rumah tangga karena sangat berguna dalam proses pembuatan makanan. Begitu juga dengan mobil, memiliki harga yang sangat mahal karena dinilai memiliki beragam manfaat yang dapat membantu mobilitas manusia. Dengan demikian, yang dimaksud dengan nilai adalah prinsip, atau standar sosial yang dipertahankan oleh seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) karena secara intrinsik mengandung makna.
SIFAT-SIFAT NILAI
Sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso (1986) adalah sebagai berikut:
·         Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindera. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai, tetapi kita tidak bisa mengindera kejujuran tersebut, melainkan hanya si objek (biasanya manusia) yang berlaku jujur.
·         Nilai memiliki sifat normatif, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan sehingga memiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.
·         Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya. Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ketakwaan ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan.
MACAM-MACAM NILAI
Dalam filsafat, nilai dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
·         Nilai logika, seperti “benar” atau “salah”.
·         Nilai estetika, seperti “indah” atau “tidak indah”.
·         Nilai etika/moral, seperti “baik” atau “buruk”.
Berdasarkan klasifikasi yang telah disebutkan di atas, kita bisa temukan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja untuk nilai logika, tentunya kita yang menjadi siswa atau mahasiswa, pastinya pernah menghadapi ujian di sekolah atau kampus, dengan cara menjawab dan menyelesaikan berbagai soal. Apabila kita keliru dalam menjawabnya, maka kita akan dikatakan salah, dan begitupun sebaliknya. Namun kita tidak bisa mengatakan siswa/mahasiswa itu buruk karena jawabannya yang salah, karena buruk adalah nilai moral, sehingga tak sesuai jika kita menyebutnya demikian. Contoh nilai estetika adalah ketika kita melihat pameran lukisan di suatu museum, kita bisa menilai menurut subjektif kita, lukisan-lukisan yang terpajang di sana indah atau sebaliknya. Kemudian nilai moral, merupakan suatu bagian dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia. Moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia. Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan sehari-hari.
Ada 3 macam nilai menurut Notonegoro (dalam Kaelan 2000). Ketiga nilai tersebut adalah sebagai berikut:
·         Nilai material: yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan ragawi manusia.
·         Nilai vital: yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas.
·         Nilai kerohanian: yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai rohani meliputi:
-          Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
-          Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada unsur perasaan (emosi) manusia.
-          Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa, will) manusia.
-          Nilai religius yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia.
C. GAYA HIDUP
Gaya hidup menurut Kotler (2002, hlm 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Susanto (dalam Nugrahani, 2003), gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku. Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang, misalnya gaya hidup hedonis, metropolis, global, dan masih banyak lagi.
Sumber:







Tidak ada komentar:

Posting Komentar